Laman

Label

Minggu, 13 November 2011

When I Meet Skandar…. Part 37

Malam pun tiba...
Pergi nggak?Pergi nggak?Pergi nggak?

Sejuta pertanyaan di hatiku masih bingung.Akhirnya,aku memutuskan untuk pergi,karena ini sudah jam 8 lewat 10 menit.Ckckck...aku kasihan kepada Skandar.

Aku berpamitan kepada Yuli.Lalu pergi dengan menggenakan jaket putih,kerudung biru,dan jins longgar.

Akhirnya,aku sampai di taman.Tetapi,aku telat 10 menit.Dan Skandar belum muncul juga.

Ketika aku sedang bingung,tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang.Aku pun kaget.

"Tenang.Ini aku skandy,"lirih Skandar.
"Oh,Skandar.Kau mau berbicara apa?"tanyaku sambil memutarkan badan.
"Begini...ngg....yaaa....aku minta maaf tentang perkelahian kita sebulan yang lalu.Aku yang ceroboh.Kalau aku kasih tau kau,pasti kita gak akan bertengkar hebat,"sesal Skandar.

Aku kaget.Lalu air mataku berlinang.Aku segera memeluk Skandar dengan erat.Skandar membalasnya.

"Aku juga minta maaf....aku egois.Aku terlalu berlebihan.Itu karena aku nge-fans berat sama kamu.Hiks..."ucapku sambil terus menangis.
"Hhh...sudahlah ran.Kita berdua yang sedang emosi.Maklum,waktu itu aku lagi sibuk.."
"Dan aku lagi kesal,"
"Dan kau tau..."Skandar mencium keningku."Aku mencintaimu.Kau perempuan yang sangat mulia.Kamu mau,menjadi pendampingku?"

Hah?Skandar menembakku.Oh my god !Aku harus bilang apaaaa????

"Skandar...yang kau....katakan itu benar??"ucapku sambil bergetar.
"Iya.Aku menyayangimu.Lebih dari apapun.Aku tidak mau melepaskanmu,"ucap Skandar penuh kasih sayang.

Deg ! Jantungku berdebar kencang.Seolah-olah ini hanya mimpi.

"Ya....Aku mau menjadi pendampingmu.Aku juga menyayangimu,"ucapku sambil memeluk Skandar.
"Yeah..Makasih ya,Rani sayang.Aku tidak akan melupakan disaat kita pertama kali bertemu,disaat kita mendapatkan masalah,disaat kita bercanda bersama,dan bersenang-senang,"ucap Skandar bahagia.
"Hehehe...Aku juga tidak akan melupakan itu,"balasku tersenyum.
"Oke.Kita ke cafe yuk.Minum cappucino yang hangat,"aja Skandar.
"Okee..."

Kami berdua berjalan menuju mobil Skandar.Dan kami segera ke cafe.Malam ini sangat indah....aku tidak akan melupakannya....

Aku sangat menyayangi Skandar.Tuhan,aku akan berjanji untuk menjaga dia.

Sabtu, 12 November 2011

When I Meet Skandar… part 36

Tiga hari kemudian...

Hanza mendapatkan banyak komentar dari para facebook-ers tentang pengeditan foto Tintin yang kami kerjakan tiga hari yg lalu.Hebaaatt....Sekarang,aku sedang di cafe bersama Hanza.

"Yeah.....Akhirnyaaa.Foto Tintin mendapat banyak komentar.Makasih Rani sudah bantuin aku.Muach.."sorak hanza.
"Yaelah lebai sekali.Iya doonng,kan aku pecinta Tintin sejati,"ucapku bangga.
"Yeee...Aku juga laaah..."

BB-ku bergetar.Skandar menelpon.Hah?Hatiku berdebar.Tetapi,aku mengangkatnya.

"Haloo..."
"Oh,hei Ran.Kamu sedang apa?"tanya Skandar dari seberang telpon.
Kali ini suaranya aneh,sedikit melemah.
"Hmm.Aku sedang mengobrol sama Hanza di cafe.Kamu udah selesai premiere?"
"Udah dong.Ran...nggg...bisakah kau menemui aku di taman jam 8 malam?"tanya Skandar gugup.
"Hah?Tapi,kamu baru saja pulang.Lagipula,musim salju sebentar lagi akan datang.Memang mau ngapain sih?"ucapku panik.
"Tidak apa-apa.Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu.Sudah yaa,"ucap Skandar lalu menutup telpon.
"Skandaaarrr......"

Aku bingung.Aku ingin menyetujui ajakan Skandar.Tapi,begitu mendengar suara Skandar lemah,aku khawatir.Skandar pasti sangat kecapekan.

"Kenapa Ran?Mukamu sangat pucat,"ucap Hanza mengangetkanku.
"Ehhh...Aku tidak apa-apa,"balasku buru-buru.
"Siapa yang menelepon?"
"Si Skandar,"
"Pantas saja...Dia bilang apa?"
"Hemm....Dia ingin menemuiku di taman jam 8 malam,"
"Cieee...."ucap Hanza sambil menyikut lenganku.Kemudian,dia mengeluarkan BB-nya.

Aku masih bimbang.Disisi lain aku sangat senang,tetapi disisi lain,aku khawatir akan keadaan Skandar.Buru-buru aku menelepon Randy.

"Halo Rand.."
"Halo Ran?Ada apa?Kau mengganggu waktuku bersama Yuli,"canda Randy.
"Eh,Rand,ga ada waktu untuk bercanda.Kau sudah bertemu dengan Skandar pagi ini?"ucapku serius.
"Hem..Sudah.Tapi,aku melihat keanehan pada Skandar,"
"Heh?Apa?Aku juga melihat keanehannya.Tapi,kau dulu lah.Keanehannya apa?"
"Begini,aku biasanya mengajak skandar bermain football.Biasanya dia akan girang.Tetapi hari ini dia tidak semangat,"bingung Randy.
"Ah,aku juga.Barusan Skandar meneleponku.Suara dia begitu lemah.Apa dia sakit?"
"Menurutku begitu.Soalnya mukanya pucat sekali.Dia kecapekan karna harus premiere sana-premiere sini,"
"Oh...Gitu ya.Yasudah,makasih ya Rand,"
"Siiippp...."balas Randy menutup telpon.

Aku bingung dengan sikap skandar.Ada apa dengan ia?Perasaan tidak enak menyergap hatiku......

When I Meet Skandar...part 35

Dua minggu kemudian,tanggal 25 november....
Hari ini kampusku sedang libur.Ya,ini weekend.

Aku sedang memainkan piano sendiri.Sedangkan Yuli pergi kencan dengan Randy.Haaaa....envy banget -,-

Aku memainkan lagu Avril Lavigne-When You're Gone dan Taylor Swift-White Horse.Yaiyalah,aku sedang galau ==

Aku yang sudah bosen bermain piano,beranjak untuk menonton tv.Aku pun melihat berita premiere Narnia 3.Para pemain sedang premiere di Jepang.Mereka mengadakan konferensi pers.Kulihat Skandar,muka dia terlihat pucat dan agak bosen.Tetapi,ia tetap tersenyum demi fansnya.

Hh...Maafkan aku Skandar.Kau tahu,sebenarnya aku sayang kepadamu.Tapi,aku masih marah denganmu.Masih sakit hati.

Aku mengganti channel.Disitu,aku melihat ada acara Comic Con-panel.Waaaa....aku langsung melonjak kegirangan begitu ada Tintin.Dan juga ada Om Steven Spielberg,sang sutradara.Yeeeeiiii....aku tak berhenti melompat kegirangan.

Telepon berdering.aku segera mengangkatnya,
"haloo..."
"Halo...Eh,Ran,aku ke rumahmu sekarang ya,bantuin aku mengedit gambar Tintin,"ucap seseorang di seberang telpon.Ternyata,si Hanza.
"Okeee...Mumpung aku sedang sendiri,"balasku.
"Siiip.."Hanza menutup telpon.

10 menit kemudian,Hanza sampai ke rumahku.Aku segera menyambutnya.Hanza lalu membuka laptopnya dan kami berdua mengedit foto Tintin.

"Za...Aku lagi sleg* nih,dengan skandar,"ucapku sedih.
"Hah?Kenapa bisa?"ucap Hanza sambil terus memperhatikan layar laptop.

Aku pun menceritakannya.Hanza juga kaget.

"Maafin aku juga ya Ran.Aku juga lupa mengabarkanmu,"ucap Hanza.
"Gapapa.Sudahlah,"
Kami melanjutkan pengeditan gambar tintin.







Keterangan :
*sleg = lagi marahan atau menjaga jarak karena sebab

When I Meet Skandar...part 34

Malam hari...

Yuli pulang dengan perasaan senang.Dia menghampiriku yang sedang makan cemilan.

"Ran tebak...Apa yang terjadi denganku hari ini?"ucap Yuli bangga.
"Kau bertemu dengan udin sedunia,"
"Hhhh..bukan.Aku jadian dengan Randy..."ucap Yuli berseri-seri.
"HAH?SERIUSS???"teriakku dengan heboh.
"Iya.So sweet,"
"Tapi,Yul..."aku menghentikan ucapanku sejenak."Disaat kau senang,mengapa aku sedang bermasalah.Huwaaa..."tangisku lalu memeluk Yuli.
"Hah?Kamu kenapa?"ucap yuli kaget.
"Aku bertengkar dengan Skandar sesudah kau pergi dari rumah.Hikss..aku gak menyangka dia begitu,"
"Kok bisa sih?"

Aku menceritakan secara detail tentang perdebatanku dengan Skandar tadi siang.

"Hmm..aku mengerti.Saranku,kau lupakan Skandar sementara dan mendiamkannya,"saran Yuli.
"Apa?Aku tidak bisa.Ada banyak foto dia di BBku,"elakku.
"Kalau begitu,hp-mu ada di tanganku sementara sampai Skandar pulang,"usul Yuli.

Aku mengangguk.Bodolah dengan BB !

Tiba-tiba,Randy datang malam itu.
"Ehm,halo sayang,"ucap Randy sok.
"Idih.Baru pertama pacaran,udah manggil kayak gitu,"sindirku.
"Mengapa?Sirik yaa?Maaf Ran,aku mau berdua dulu dengan Yuli.Ada sesuatu yang harus dibicarakan,"ucap Randy.
"Okelah.Tidak apa-apa.Aku mau nonton tv dulu,"ucapku sambil beranjak pergi.

Setelah aku pergi dari ruang tamu,Randy mulai berbicara.

"Sepertinya,Rani sudah curhat kepadamu tentang Skandar?"ucap Randy.
"Iya.Dia sangat sakit hati.Seisi rumah hampir rubuh,"balas Yuli sambil bercanda.
"Skandar bilang kepadaku,dia telah menyesal telah berbicara kasar kepada Rani.Kau tau Yul,Skandar sayaaang banget sama Rani.Dia tak mau melepaskannya,"ucap Randy serius.
"Eh,iya.Rani juga bilang begitu.Mereka mempunyai perasaan yang sama,"
"Trus,kita musti gimana Yul?"
"Kita minta bantuan kepada Hanza,Tom,dan Billy untuk menyelesaikan masalah ini.Skandar dan Rani harus bersatu kembali,"ajak Yuli.
"Oke.Kamu terus hibur dia ya,supaya dia tidak terlalu memikirkan skandar,"nasihat Randy.
"Iya.Siip.Oh iya,emang Skandar kapan pulang?"
"Mungkin tanggal 28.Kan bulan depan natal,"
"Oh iya.Hehehe…..Nanti kita ke gereja bareng yaaa,"
"Ok,my sweetheart,anyway,"balas Randy sambil tersenyum.

Sementara Yuli dan Randy mengobrol,aku menonton film kesukaanku,Princess Diaries.  

Sabtu, 05 November 2011

When I Meet Skandar...part 33

Aku sedang di rumah setelah pulang dari kampus.Oke ?

Aku sedang melihat berita entertaiment di tv.aku jengkel melihat Premiere Narnia 3.Ishh...sebellll.....paling sebel ngeliat Skandar.

"Hoi Ran !BB mu daritadi bunyi melulu,"tegur Yuli mengagetkanku.

"Yaudah.Ambilin BB aku dong,"

"Nih.Aku pergi dulu ya.Mau jalan bareng Randy.."

"oke"

Aku mengecek BB ku.Terdapat 10 misscall dari Skandar dan 15 PING dari Skandar.Mau apa sih dia sebenarnya?
Semenit kemudian,Skandar menelponku.Mau gak mau,aku harus mengangkatnya.

"Ran?Ada apasih denganmu?"tanya Skandar.
"Well,lagi jengkel dan bermalas-malasan.Oh ya,aku lagi sibuk memikirkan sahabat yang tidak mengasih kabar,"balasku jengkel.
"Hhh...Raan...Maafkan aku.Aku lupa,"
"Lupa apa?Kok sama yang lain gak lupa?"
"Ran,kok kamu jadi sensi gitu sih?Aku kan sibuk jadi sampai lupa.Sudah gitu pikiran kemana-mana,"balas Skandar dengan nada tinggi.
"Ohh..Gitu yaaa....Mungkin lebih penting premiere kamu daripada sahabatmu.Gitu?"ucapku dengan nada emosi.
"Lho?Maksud kamu apa sih?Cuma masalah sepele sampai marah segininya.Kamu berlebihan,"balas Skandar dengan nada marah.

Kami terus bertengkar.Sampai akhirnya,

"Okeee..Terserah kamu.Siapa sih yang udah nolongin kamu dari masalah?Siapa yang udah membantu kamu setiap saat?Siapa yang setia mendengar curhatmu?Aku kira,Skandar Keynes orangnya ramah.Tapi,tau-taunya lupa dengan sahabatnya,"sindirku pedas.
"Apasih maksudmu?Kau cuma melihatku dari sisi selebritas?"

Aku segera menutup telpon.Aku sangat jengkel.Bangeeettt...aku menendang kursi dan pintu.Lalu melempar bantal sofa.Beginilah sifatku jika aku sedang marah.

Kenapa sih Skandar?Aku kesel sekali denganmu !Benci !Sebal !

Aku menangis saat itu juga.Sambil membereskan barang-barang,aku berpikir.Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untuk Skandar.Tetapi,mengapa Skandar begitu?Aku begitu sakit hati sambil terus menangis.

Aku melirik tv.Skandar dan Georgie Henley sedang diwawancara.Mereka begitu dekat.Aku merasa cemburu.Dih?

Sabtu, 15 Oktober 2011

When I Meet Skandar...part 32

Keesokan paginya,di kampus...

Aku melihat Jessie sedang tertawa dan berdebat tentang ilmu matematika.Hhh,aku pun lega.Jessie melemparkan senyumnya dan mengedipkan mata ke arahku.Aku pun membalas senyumannya.Jessie berubah jadi ramah.

Aku bergegas ke kelas Yuli untuk meminta Yuli menemani aku ke perpustakaan.Yuli menyetujui.

Ketika kami berjalan...
"Yul,kok Skandar gak kelihatan?Biasanya,dia jalan-jalan atau bergurau dengan teman-temannya?"ucapku bingung.
"Kenapa?Kangen yaa?"goda Yuli.
"Apasih?"aku hanya memutar bola mata.

Ketika kami sampai di perpus,Randy menghampiri kami bersama kedua temannya,Billy dan Tom tentunya.
"Hello.Sedang apa kau Yuli?"tanya Randy ramah.
"Sedang menemani si Rani,"balas Yuli.
"Eh eh....Mana Skandar?Kok ga bareng kalian?"ucapku heboh.
"Loh?Kok kamu gak tau ran?Sekarang,Skandar lagi premiere Narnia 3.Kok kamu gak tau sih sebagai sahabatnya?"balas Tom bingung.

Hah??premiere?Skandar gak bilang hal itu kepadaku.Tapi kenapa?

"Skandar gak bilang kepadaku,"ucapku bercampur bingung.

"Heh...Dasar,"celutuk Billy.

Hari itu,hatiku diliputi rasa kecemasan dan bingung.

Kemudian Hanza dan Jessie tiba di perpus.
"Hei…Pada ngomongin apa sih?Kayaknya heboh banget?"celoteh Hanza.
"Ituloohh,kan si Skandar premiere Narnia 3,tapi Rani gak tau.Eh,dia heboh sendiri,"celutuk Tom.
"Heh?Aku gak tau juga kok,"ucap Jessie tiba-tiba.
"Aku udah tau kali,soalnya semalam aku chat dengan Skandar,"celutuk Hanza.

Aku segera menyambar BB Hanza yang sedang dipegang dan mencari chat si Skandar.Lalu membacanya :

-Hanza Chairina-
PING ! me please!anybody.i'm so bored -,-

-Skandar Keynes-
PING !

-Hanza Chairina-
Eh,Skandar.Syukurlah kau ada disini.Hehe..bosen nih.. ==

-Skandar Keynes-
Yelah...Aku malah sibuk ngontak partner (ˇ_ˇ")

-Hanza Chairina-
Hah?Emang mau ngapain sampai ada partner segala (¯―¯ ) ?

-Skandar Keynes-
Gini looohh,mulai besok,aku akan premiere Narnia 3 selama 1 bulan .

-Hanza Chairina-
Hah??Gila,lama banget (¬_¬") .Trus,kau tidak mengucapkan salam perpisahan kepada kita-kita?

-Skandar Keynes-
Rencananya kemarin pas kita ngumpul di rumah Rani.Eh,aku malah lupa (-_-").Aku sudah mengabarkan kepada 3 temanku.Oke,bye,aku harus tidur cepat nih ^^

-Hanza Chairina-
Oke bye.selamat bersenang-senang ya (´_')



selesai.Kenapa Skandar lupa memberitahu aku???Aku pun mengecek BB ku yang chat dengan Skandar.Tapi,itu seminggu yang lalu....

Sebeelll dan jengkel ketika sahabatmu sendiri lupa mengasih kabar kepada kita...

When I Meet Skandar..part 31

Ketika Jessie ingin membuka mulut,Skandar berdiri lalu menarik tanganku.Skandar menarikku ke belakang.

"Ran,maksudmu apa?Masa kau dengan mudah mempercayai Jessie?Kau sudah sinting?"ucap Skandar.

Apa-apaan nih?Semua orang sudah menganggapku sinting -,-

"Maksud kau?Skandar,semua orang punya kesalahan dan berhak minta maaf.Dia juga udah ngaku khilaf.Dan dia juga pertama kali meminta maaf kepadaku.Berarti,dia sudah sadar apa kesalahan yang dilakukannya,"nasihatku keras kepala.

"Arggh,aku sudah terlanjur membencinya.Kau tau Ran,dia telah membuatku sakit hati.Dan aku mengurung diri dikamar selama sehari.Masa,segampang itu sakit hati bisa dimaafkan?"elak Skandar.
"Iyalah.Kalau gak dibicarain baik-baik,sampai kapan bisa selesai?Aku yakin,dia meminta maaf atas kejadian yang membuatmu sakit hati,"terangku.
Skandar menyerah dan tidak bisa menjawab.Akhirnya,aku dan Skandar kembali ke ruang tamu.

Jessie menunggu dengan hati berdebar.Sesekali dia mengeluarkan air mata karena kecemasannya.Begitu ia melihat Skandar keluar,ia segera memeluk kaki Skandar.

"Skandar,tolong maafkan aku.Aku telah mempermainkan hatimu.Aku memang perempuan tidak tahu diri.Huhuhu.."tangis Jessie.
Skandar segera menyuruh Jessie berdiri dari pelukan kakinya.Kemudian,dia memeluk Jessie.

"Aku tahu.Sebenarnya,aku masih sayang kepadamu.Ah,tapi aku tidak mau menyesalinya lagi.Aku juga minta maaf kepadamu karena aku kasar padamu dan juga telah menghinamu.Aku memaafkanmu.Sudahlah,tidak usah dipermasalahkan.Yang lalu,biarlah berlalu,"ungkap Skandar sambil memeluk Jessie erat.

ASTAGANAGA ! Aku benci melihat pemandangan mereka berpelukan.Aku sakit hati,karena aku iri sebagai fans.Tanganku menjadi mati rasa.Mukaku juga pucat.Kakiku terasa lemas.Tetapi,aku menguatkan hatiku.

"Hiks...Makasih Skandar.Kau memang lelaki yang sejati dan penyayang.Aku harap,kau dapat pacar yang lebih baik daripada aku,"ucap Jessie.
Skandar hanya tersenyum.Lalu Jessie,Skandar,dan aku segera duduk si sofa ruang tamu.

"Baiklah,sekarang masalah clear,"ucap Hanza bangga.
"Ya,terus?Kita pulaaanng,"cerocos Tom.
"Ngapain kalian pulang cepat?Disini aja dulu lagi sebentar,"celutuk Yuli.

Aku hanya diam.Lalu,aku meminta Yuli untuk menemaniku ke kamarku.Yuli meng-iyakan.
"Guys,aku sama Rani ke kamar sebentar ya,"izin Yuli.
"Kita boleh makan kaaann?"celutuk Randy.
"Up to you,"balas Yuli.
Aku dan Yuli segera kekamarku.




Sesampai di kamar,aku mencoba cuci tangan di kamar mandi (dikamarku).Lalu,aku menangis terisak-isak.
"Raaan..Kenapa kamu menangis?"tanya Yuli.
"Aku..hanya iri dan sakit melihat Skandar dan Jessie berpelukan.Sepertinya,mereka saling sayang.Aku hampir pingsan,"ucapku sambil menangis.
"Kau suka sama Skandar?"lirih Yuli pelan.
"Kalau iya?Aku sayang dia sebagai sahabat,"
"Kalau lebih dari sahabat?"goda Yuli.
"Ah,Yuli maah,"aku segera memukul lengan Yuli pelan.
Yuli hanya tertawa kecil.Sekarang aku lega.Menumpahkan semuanya.Sesudah merasa lega,aku dan Yuli kembail ke ruang tamu.Akhirnya,kami semua ngobrol atau joke bareng.Hahaha...Aku tertawa sepuasnya.Setelah selesai,mereka semua pulang jam 9 PM.